Kamis, 29 Maret 2012

ARTIKEL PENDIDIKAN


ARTIKEL
BELAJAR SAMBIL BERMAIN ATAU BERMAIN SAMBIL BELAJAR
OLEH: RASID MAULANA SIDIQ
            Konsep pendidikan memanusiakan manusia dengan prinsip belajar sambil bermain nampaknya kurang tepat diterapkan untuk tingkat Sekolah Lanjutan Pertama ( SMP ) dan Sekolah Lanjutan Tingkat atas ( SMA ).Karena konsep belajar sambil bermain iini diterapkan untuk Pendidikan Tingkat Kanak-kanak  (TK) dan Sekolah Dasar ( SD ),sedangkan untuk tingkat SMP,dan SMA konsep yang harus diterapkan adalah Bermain sambil belajar.Perbedaan kalimat ini memang dirasakan sepertinya kurang berarti namun kalau kita selidik dan kaji lebih dalam ternyata mengandung makna yang sangat berbeda sekali .Konsep Belajar sambil bermain cenderung mengarah kepada memanjakan anak didik dengan memperbanyak permainan yang menyenangkan sehingga suasana pembelajaran dirubah kedalam bentuk permainan yang   terkadang keluar letupan-letupan ucapan yang kurang baik dan wajar diucapkan seorang anak didik.Hal ini terjadi karena kemampuan daya talar yang mereka miliki belum sampai kepada persoalan yang diinginkan.Sedangkan konsep bermain sambil belajar lebih mengarah kepada pendewasaan daya pikir dan daya talar siswa sehingga siswa memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan sesuatu apa yang mereka lihat,mereka rasakan,mereka lakukan dalam kehidupan sebagai wahana pembelajaran yang perlu diamati,dihayati,dipahami,bahkan dijadikan konsep pengetahuan baru yang berguna serta dapat dikembangkan untuk orang lain.Sebagai contoh :”Siswa dapat berdiri tagak karena mereka memiliki kaki lebih besar dari pada tanganya.”Ini merupakan pembelajaran yang dapat diintegrasikan bahwa untuk dapat hidup dengan baik maka pendapatan harus lebih besar dari pada pengeluaran .Karena pendapatan adalah hal yang menompang kehidupan manusia sehingga semakin besar pendapatan yang dimiliki,semakin kuat kehidupanya.lebih jauh dapat diungkapkan bahwa semakin tinggi ilmu seseorang ,semakin kuat pula daya tahan kehidupan orang itu .Sedangkan konsep Belajar sambiil bermain lebih cenderung bagaimana menciptakan suatu pembelajaran kedalam permainan nampaknya disini guru ditungtut untuk mampu menciptakan pembelajaran ke dalam permainan sehingga akibatnya guru menguras habis pemikiranya untuk itu saja yang terkadang hasilnya belum tentu berhasil sesuai dengan apa yang diinginkan.Hal lain konsep belajar sambil bermain  identik dengan menyuruh anak didik untuk lebih banyak bermain daripada belajar hal ini dapat berakibat lamanya terbentuk sifat kekedewasaan seorang anak didik mengapa demikian? Perlu saya jelaskan disini bahwa :” Pada prinsipnya anak didik sudah tahu tentang pelajaran sebagian atau seluruhnya dari buku yang mereka baca .” setelah itu konsep praktis yang sudah mereka dapat diubah di sekolah dengan pola belajar sambil bermain ,akibatnya siswa menjadi bingung dengan demikian manakala kembali kepada konsep peljarannya ,mereka menjadi lupa bahkan terabaikan.Sifat ini tentunya tidak diharapkan oleh bangsa ini. Bangsa kita membutuhkan kehidupan manusia yang berpikir dewasa karena dengan kekedewasaan daya pikir warganyalah bangsa ini akan maju. Untuk itu konsep pendidikan yang mengandung prinsip Belajar sambil bermain hendaknya cukup diterapkan di tingkat Sekolah Dasar dan Tingkat Kanak-kanak saja sedangkan untuk tingkap Sekolah Lanjutan Pertama ,Sekolah lanjutan Tingkat Atas memerlukan konsep pendidikan dengan prinsif bermain sambil belajar.Karena konsep Bermain sambil belajar lebih menekankan kepada menciptakan pembelajaran dari suatu permainan sehingga siswa dituntut untuk memiliki daya pikir kearah sintesis bahkan analisis.Hal ini sengat penting demi kemajuan ilmu dan teknologi.Untuk itu pendidikan memerlukan kesungguhan dalam penerapannya .Konsep Memanusiakan manusia menurut aliran Humaniora bukan berarti memberikan kebebasan penuh kepada peserta didik untuk berbuat sesuatu namun pada prinsipnya aliran ini menekankan bahwa pendidikan lebih mengarah kepada kesadaran diri seorang manusia yang hidup individu ,beragama,dan berinteraksi social sehingga membutuhkan adanya integrasi yang harmonis antara diri dengan dirinya sendiri,diri dengan penciptanya, dan diri dengan lingkunganya .Bermain membaca diri,membaca lingkungan,dan membaca keadaan dan mengintegrasikanya sebagai pembelajaran ini lebih baik dari pada pembelajaran yang diubah kedalam pola permainan.
           Konsep pendidikan memanusiakan manusia perlu kita kaji lebih dalam lagi. Dalam kesempatan ini saya akan mencoba sedikit mengutarakan konsep tentang manusia dan bagian-bagian penting yang ada dalam manusia. Menurut kitab Al-hikam jilid III yang dikarang oleh Imam Tajudin  dan disadur oleh KHS.Qudratullah diungkapkan bahwa manusia terdiri dari 3 unsur yaitu ; Jasmani,Rohani,dan nyawa.Jasmani adalah wujud kasar soft ware sedangkan Rohani adalah wujud halus atau hardware dan nyawa laksana lemperekat yang menempelkan Rohani dengan Jasmani. Lebih lanjut diungkapkan bahwa kehidupan jiwa seseorang tergantung kepada kehidupan rohaninya,dan kehidupan rohani seseorang tergantung kepada hatinya,dan kehidupan hati sangat dipengaruhi oleh otaknya.Kalau kita kaji dari uraian di atas jelas bahwa kehidupan otak sangat berpengaruh kepada kehidupan hati selanjutnya kehidupan hati akan mempengaruhi rohaninya yang kemudian mempangaruhi kehidupan jiwanya.dan kehidupan jiwa inilah yang Nampak pada kehidupan manusia baik dirinya maupun dalam lingkunganya.Kalau kita lihat dari sini jelas bahwa pendidikan hendaknya lebih mengarah kepada menghidupkan hati anak didik dengan pengenalan ilmu dan kehidupan yang terarah dan berusaha semaksimal mungkin untuk tidak meracuni kehidupan otaknya dengan hal-hal yang dapat menimbulkan kebiasaan negative .Misalnya kebiaan bermain-main atau berleha-leha adalah salah atau manja merupakan salah satu sifat yang kurang baik untuk ditanamkan pada diri anak didik.Selain itu diungkapkan bahwa belajar merupakan usaha sadar guna membentuk karateristik peserta didik kepada karakter menusia seutuhnya.yang memiliki sifat dasar ingin bebas/merdeka,haus akan ilmu dan pengetahuan,penuh rasa takut,ambisi,dan rasa ingin dihormati ini memerlukan pengarahan yang tepat dan benar bahwa disamping itu semua ada keterbatasan dan keharusan yang mutlak untuk diakui secara bersama.Misalnya sebagai warga negara memiliki keharusan untuk mencintai negaranya sendiri,wajib menjunjung tinggi bangsanya,wajib mengakui falsafah negaranya,wajib mengakui dan mentaati hukum negaranya dan lain sebagainya yang kesemuanya ini bersifat mengikat dan memaksa warga negara untuk tunduk.Dengan demikian hak kemerdekaanya dibatasi oleh kepentingan negaranya.Demikian pula halnya dengan pendidikan;selain kebebasan-kebebasan siswanya untuk berbuat sesuatu ,namun ada yang membatasi kebasan itu yakni peraturan yang berlaku di sekolah yang bersangkutan.Dalam rangkap menanamkan hal ini ,siswa perlu ada pemaksaan sehingga terbentuklah karakter yang disiplin,tekun,ulet,berbudi pekerti luhur ,taqwa,dan saling menghormati satu sama lainya.Untuk memperoleh informasi semacam ini ,peserta didik harus bermain melihat lingkungan disekitar,bermain menelaah lingkungan,bermain mengkaji lingkungan dan akhirnya bermain turut serta berperan aktif dengan lingkungan yang akhirnya didapatlah suatu pembelajaran yangsa ngat berarti pada kehidupanya.atau dalam kata lain terbentuklah manusia yang cerdas.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar